Sulbar Bergerak Tolak RUU KUHP Ricuh Warnai Pelantikan Anggota DPRD Sulbar

4
252
Fokus7.com, Mamuju-Pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulawesi barat diwarnai aksi demo dari ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Kabupaten Mamuju. Ribuan mahasiswa ini tergabung dalam Aliansi ‘Sulbar Bergerak’, Kamis (26/9/2019).
Mereka menolak RUU KUHP dan menuntut pembatalan UU KPK karena ada sejumlah pasal yang dianggap kontroversi.
Di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi barat, masing-masing koordinator universitas melakukan orasi secara bergantian.
Setelah beberapa lama berorasi, massa aksi memaksa masuk ke halaman gedung DPRD namun dihalau oleh petugas kepolisian dan Satpol PP sehingga massa tidak mampu menembus portal pintu masuk halaman gedung DPRD.
Tidak kehabisan akal, massa lainnya akhirnya memecah kelompok dan masuk ke halaman melalui jalur keluar kantor DPRD Sulbar, sehingga massa yang berada di pintu masuk bisa memasuki halaman kantor DPRD Sulbar.
Dihalaman kantor DPRD, massa ditemui Kapolda Sulbar bersama Dandim 1418 Mamuju dan beberapa anggota DPRD Sulbar yang baru saja dilantik. Namun massa menolak berdialog sebelum bertemu dengan unsur pimpinan DPRD Sulbar sesuai hasil teklap massa aksi.
Massa aksi baru membacakan tuntutannya setelah ketua DPRD sementara St. Suraida Suhardi menemui massa aksi. Dihadapan ketua DPRD Sulbar, massa aksi menyampaikan 15 tuntutan yang juga dibacakan oleh ketua DPRD Sulbar sebagai kesepakatan menolak RUU KUHP.
Setelah beberapa menit lamanya, amarah massa aksi membeludak setelah tahu bahwa ketua DPRD sudah meninggalkan tempat sebelum menandatangani surat tuntutannya yang telah disepakati bersama dan akan dikirim ke pusat melalui JNE.
Kericuhan pun tak terhindarkan antara massa aksi dan polisi. Beberapa mahasiswa mengalami luka-luka dan beberapa kursi tamu undangan dirusak.
Massa kembali berkumpul di depan kantor Gubernur dan melakukan orasi
Aksi kejar-kejaran antara massa dan polisi terjadi dipelataran halaman kantor DPRD Sulbar. Massa aksi berhasil dipukul mundur hingga di depan kantor Gubernur Sulbar.
Bukan untuk pulang, massa aksi kembali berorasi di depan kantor gubernur Sulbar, mereka meminta pihak kepolisian membebaskan rekannya yang diamankan.
Dari kejadian tersebut, satu orang wartawan terkena pukulan dari polisi dan beberapa mahasiswa diamankan serta beberapa orang dilarikan ke rumah sakit.(Sr)

Facebook Comments

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here