Sejarah Perang Bone Dan Para Sekutunya Ingin Menaklukkan Tator

23
1437
perang toraja
Hari ini bila kita berkunjung ke Toraja, bila kita berjalan di wilayah tepi sungai Sadan, tepatnya di pusat Kota Rantepao, kita akan melihat Patung Pongtiku yang berdiri tegak sebagai simbol keberanian dan perlawanan orang Toraja atas penjajah yang hendak datang dan merampas kemerdekaan orang Toraja. Namun, alangkah baiknya kita mengenal cerita dan sejarah kepahlawanan Pongtiku agar di hari-hari ke depan, kita akan lebih menghargai kebebasan dan kemerdekaan yang sudah kita miliki di hari ini.
Kisah Pongtiku sendiri adalah sebuah bagian yang berkelanjutan dari beberapa perang besar yang yang terjadi di wilayah selatan Sulawesi akibat Kolonialisme Belanda yang berusaha menguasai sumber-sumber daya dan perdagangan di wilayah timur Hindia Timur (Oost Indie). Oleh karenanya ada baiknya kita mengenal sedikit peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum kelahiran Pongtiku dan sebelum Belanda mulai memasuki dan menguasai wilayah Toraja.
PERANG MAKASSAR (1667-1669), AKHIR BAGI GOWA, AWAL BAGI BONE
Hingga akhir abad ke-19, setelah lebih 230 (dua ratus tiga puluh) tahun menancapkan kuku kekuasaan di Sulawesi Selatan dengan mengalahkan Kerajaan Gowa-Tallo, tampaknya Belanda belum menunjukkan ketertarikan untuk menduduki wilayah Toraja yang berada jauh tengah-tengah wilayah Sulawesi. Orang-orang Toraja sendiri di masa itu menikmati hubungan dagang dengan berbagai kerajaan di sekitarnya, termasuk dengan Kerajaan Bone yang menjadi protektorat Pemerintah Hindia Belanda di bagian selatan pulau Sulawesi.
Bila kita melihat sejenak lebih ke belakang, wilayah Toraja pada saat itu berada dalam dua pengaruh kerajaan kuat di selatan Sulawesi, yaitu Kerajaan Sidenreng (Pare-Pare) dan Kerajaan Luwu (Palopo). Kedua kerajaan ini memiliki hubungan pasang-surut dengan Kerajaan Bone dan Kerajaan Gowa-Tallo yang berada lebih ke selatan pulau Sulawesi. Pasca kekalahan Kerajaan Gowa dalam Perang Makassar (1667-1669), Kerajaan Bone menjadi kerajaan yang terkuat dengan dukungan VOC. Walau Kerajaan Bone memiliki keuntungan sebagai pemenang perang bersama-sama dengan Belanda, keadaan ini tidak otomatis membuat Kerajaan Bone menjadi penguasa tunggal di wilayah selatan pulau Sulawesi. Diperlukan waktu bertahun-tahun bagi Kerajaan Bone untuk menaklukkan semua kerajaan dan wilayah di selatan Sulawesi.
Posisi Kerajaan Bone semakin sulit karena sebagai sekutu Belanda, mereka harus bersedia membantu bilamana Belanda mengalami perang di daerah kekuasaannya yang lain. Dalam tata pemerintahan di selatan Sulawesi pun Kerajaan Bone harus banyak dikontrol oleh Belanda sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian Bungaya tahun 1667. Di tahun 1670, Perjanjian Bungaya ini pun tampaknya semakin kuat setelah kalah dan wafatnya Sultan Hasanuddin, penguasa Kerajaan Gowa, kerajaan yang sebelumnya menguasai hampir seantero Sulawesi Selatan.

Setelah bertahun-tahun disibukkan oleh urusan dalam negeri, perlahan tapi pasti, Arung Palakka bersama Karaeng ri Gowa mulai melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Sidenreng, sebagian dari Mandar, dan Masenrempulu’. Setelah berhasil menaklukkan hampir semua kerajaan di Sulawesi Selatan, Arung Palakka pun mulai mengincar wilayah Toraja. Di tahun 1683 pasukan Arung Palakka dan Karaeng ri Gowa yang didukung oleh pasukan Sidenreng dan Mandar berhasil menduduki beberapa desa di wilayah Ma’kale-Rantepao. Penguasaan Bone atas beberapa wilayah Toraja tidak selamanya berjalan mulus. Di tahun-tahun selanjutnya pasukan Kerajaan Bone harus terus-menerus menghadapi kenyataan bahwa tidak ada satu orang Toraja pun yang rela ditindas dan dijadikan hamba Kerajaan Bone. Perlawanan orang Toraja terhadap penguasaan Bone dikenal lewat gerakan yang bersemboyan To Pada Tindo To Misa’ Pangimpi (Manusia Sama Derajatnya, Manusia Sama Impiannya).
Perlawanan orang Toraja ternyata belum membuat pasukan Bone jera. Pada tahun 1702 dan 1705 pasukan Bone masih mencoba menguasai wilayah Toraja. Hingga akhirnya pada tahun 1710, di desa Malua’, orang-orang Toraja dan Bone membuat sebuah perjanjian perdamaian yang kemudian dikenal sebagai Basse Malua’.


source : besswonomulyo

Facebook Comments

23 KOMENTAR

  1. 16411안전놀이터 검증 해외안전놀이터 안전놀이터 모음 메이저안전놀이터 안전토토사이트 메이저놀이터 안전공원
    메이저 해외 안전 놀이터는 NOLSAVE

    49265

  2. 285196 188866omg! cant picture how rapidly time pass, after August, ber months time already and Setempber could be the first Christmas season in my spot, I actually enjoy it! 326787

  3. 317826 863447Greetings! This really is my very first comment here so I just wanted to give a quick shout out and let you know I genuinely enjoy reading via your weblog posts. Can you recommend any other blogs/websites/forums that deal with exactly the same topics? Thank you so much! 882472

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here