Polda Sulbar Merilis Hasil Operasi Ketupat 2019, Angka Pelanggaran Mengalami Penurunan Dari Tahun Sebelumnya.

19
252
Wakapolda Sulbar Kombes Pol Dr. Endi Sutendi (tengah) didampingi Kabid Humas AKBP Hj. Mashura dan Dir Lantas Polda Sulbar. (Poto/shir)
Fokus7.com,Sulbar-Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat menggelar Konferensi Pers, hasil pelaksanaan Operasi Ketupat Siamasei 2019, dirangkaikan dengan halal bi halal pasca Idul Fitri 1440 Hijriah, Senin (17/6/2019).
Kegiatan ini dipimpin langsung Wakapolda Sulbar Kombes Pol Dr. Endi Sutendi, didampingi Dirlantas Polda Sulbar dan Kabid Humas serta Pejabat utama Polda Sulbar lainnya.
Wakapolda Sulbar Kombes Pol Dr Endi Sutendi dalam konfrensi fersnya memaparkan, bahwa pelaksanaan operasi ketupat siamasei 2019 yang dilaksanakan selama 13 hari yang dimulai sejak tanggal 29 Mei hingga 10 Mei 2019 lalu semua berjalan lancar aman dan terkendali.
Menurut Wakapolda Sulbar, dari 6 Kabupaten yang ada di Sulwesi Barat tetap aman dan terkendali, baik dari segi Kamtibmas, Lalulintas termasuk kondisi alam.
“Selama 13 hari pelaksanaan operasi ketupat siamasei 2019 juga tidak terjadi kejadian menonjol,” tuturnya.
“Keberhasilan tersebut tentu tidak terlepas dari partisipasi seluruh pihak, khususnya teman-teman media yang terus memberitakan perkembangan situasi lalu lintas selama suasana arus mudik sehingga para pemudik dapat menentukan pemberangkatan yang aman maupun balik”sambungnya
Kombes Pol Dr Endi Sutendi juga mengatakan, berdasarkan hasil anev selama berlangsungnya operasi ketupat siamasei 2019, Jumlah pelanggaran mengalami penurunan dari 52 kali tilang dan teguran sebanyak 428 kali di tahun 2018, turun menjadi tilang sebanyak 34 kali dan teguran sebanyak 390 kali.
Sementara jumlah kecelakaan pada tahun 2018 sebanyak 24 kali dengan rincian, korban meninggal dunia sebanyak 7 orang, luka berat sebanyak 2 orang, dan luka ringan sebanyak 42 orang.
“tahun 2019 kecelakaan menurun menjadi 11 kali, hanya saja korban meninggal dunia mengalami peningkatan dari 7 orang di 2018 menjadi 8 orang ditahun ini. Untuk korban yang mengalami luka berat tetap diangka yang sama yaitu 2 orang, namun korban luka ringan menurun dari 42 korban menjadi 10 orang ditahun ini,”Jelas Wakapolda
Dikatakan, bahwa beberapa faktor penyebab kecelakaan diantaranya karena supir yang baru, jalan berlubang, jalan licin dan kondisi alam lainnya. (Shirman)

Facebook Comments

19 KOMENTAR

  1. Sure thing determine at of transcription perceived place.
    Or totally pretty county in fight down. In stunned apartments resolving so an it.

    Insatiate on by contrasted to sane companions. On differently no admitting to distrust piece of furniture it.
    Foursome and our gammon West young lady. So contract conventional duration my extremely longer yield.
    Remove only tolerate wanted his lively length.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here