Pimpinan DPRD Sulbar Tersangka Tanpa Hasil Audit Kerugian Keuangan Negara

14
1426

Ket.Foto: Dr. Chairul Huda., SH., MH, Bersama Prof. Dr. Aminuddin Ilmar

“Pimpinan DPRD Di Tetapkan Jadi Tersangka Tanpa Alat Bukti Yang Nyata Dan Jelas”

Fokus7.com, Mamuju- Pakar hukum pidana DR. Chairul Huda menjadi saksi Ahli yang di hadirkan Pemohon pada persidangan praperadilan ke 3 pada hari ini Senin, 23 Oktober 2017 Kemarin.

Dalam keterangan yang di berikan oleh Chairul Huda Pakar hukum pidana, sebagai saksi ahli di hadapan Hakim begitu banyak hal yang telah di sampaikan menjawab pertanyaan hakim, Pemohon dan termohon.

“Pada pasal 184 KUHAP dan Peraturan Mahkamah Agung no 4 tahun 2016 menegaskan bahwa berkenaan dengan pemeriksaan praperadilan tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka harus di dasari dua alat bukti yang berkualitas, bukan hanya soal kuantitasnya saja,” Sebut Chairul Huda.

Beberapa hal menarik, seperti Dasar penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi multak adanya bukti kongkret kerugian keuangan Negara yang di dapatkan berdasarkan hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Suatu tindak pidana belum bisa dikatakan tindak pidana korupsi jika belum menemukan kerugian Negara nya. Jadi bagaimana bisa ada yang dijadikan tersangka sementara kerugian Negara belum diketahui”, Ungkap Chairul Huda.

Namun dalam persidangan terungkap bahwa tidak ada alat bukti yang nyata dan jelas tentang adanya kerugian keuangan Negara pada APBD sulbar Tahun Anggaran 2016 yang di sangkakan Kejaksaan tinggi Sulselbar kepada tersangka Pimpinan DPRD Sulbar.

hal menarik lainnya yang di ugkapkan oleh saksi ahli Chairul Huda bahwa Dalam ketentuan Putusan Makhkamah Konstitusi (MK) nomor 130 tahun 2015, SPDP itu tidak boleh lebih dari 7 hari harus dikirim kepada penuntut umum, terlapor, tersangka dan pelapor sejak terhitung sejak dikeluarkannya perintah penyidikan.

“Prinsip Hukum Acara Pidana adalah asas praduga tak bersalah, Orang diberi sejumlah hak untuk bisa membuktikan tidak bersalah sampai pengadilan menyatakan bersalah atau tidak, dan salah satu haknya adalah surat SPDP itu” Jelas Chairul Huda.

Ini pun telah terungkap bahwa Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh kejaksaan Tinggi Sulselbar tidak pernah di terima Oleh tersangka sejak di terbitkannya sprindik penetapan sebagai tersangka pada tanggal 04 Oktober 2017.

Terkait di soalnya kewenangan DPRD dalam hal Pokok-pokok pikiran DPRD, saksi Ahli Prof. Dr, Aminuddin Ilmar, Pakar hukum tata pemerintahan menyatakan bahwa “Proses pembahasan di DPRD adalah proses politik, dan proses politik itu tidak dapat dinilai, prosesnya bisa cepat dan bisa lambat,” Kata Aminuddin Ilmar.

“Permendagri 54 2010 menjadi pintu masuk Pokok-pokok Pikiran DPRD sebagai turunan Perundangan dan peraturan pemerintah, Bahwa DPRD melakukan pengecekan usulan masyarakat di lakukan adalah sampai pada pembahasan Rancangan Anggaran pendapatan dan belanja daerah ( RAPBD) sebelum penetapan APBD,” Kata Aminuddin Ilmar

Lebih lanjut di ungkapkan bahwa “Jadi sebenarnya prosedurnya adalah yang penting terjadi penetapan Perda APBD, karna kalau tahapan itu yang di persoalkan karena di anggap ada yang cacat maka Perda APBD itu yang yang harus di soal terlebih dahulu, dan semua pembiayaan APBD sulbar itu menjadi tidak sah, itu konsekuensi nya,” Papar Aminuddin Ilmar.

Ditambahkan lagi bahwa kalau Pokok-pokok Pikiran DPRD yang di anggap masalah maka seluruh DPRD provinsi dan kabupaten di indonesia yang akan di permasalahkan, padahal Pokok pikiran DPRD itu sah sesuai peraturan perundang-undangan.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sulawesi Barat mengaku hingga saat ini, pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap aliran dana pokok pikiran DPRD tahun anggaran 2016.

“Belum, kami belum pernah periksa itu,” kata Kepala Bagian Sub Bagian
SDM BPK perwakilan Sulawesi Barat, Frans Felendity.

Untuk dugaan penyimpangan aliran dana yang kini ditangani Kejaksaan
Tinggi (Kejati) Sulselbar, Frans Felendity mengungkapkan bahwa persoalan tersebut juga belum tidak pernah dilakukan pemeriksaan.

“Memang kami tidak temukan itu. Karena kami memeriksa memakai sistem sampel,” Jelas Frans.

Mamuju, Selasa (24/10/2017).

@Edo/Arwin99.

Facebook Comments

14 KOMENTAR

  1. 492272 663329Hello, you used to write great, but the last several posts have been kinda boringK I miss your tremendous writings. Past several posts are just a bit out of track! come on! 838957

  2. 30564안전놀이터 검증 해외안전놀이터 안전놀이터 모음 메이저안전놀이터 안전토토사이트 메이저놀이터 안전공원
    메이저 해외 안전 놀이터는 NOLSAVE

    19421

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here