Kebusukan KPK Dan Jokowi Terungkap Disini

30
414
Dalam kehidupan bernegara dan berbangsa tak bisa lepas dari berbagai kepentingan. Maka, gesekan antar kepentingan pun acap kali terjadi berulangkali. Jika kepentingan itu adalah untuk sama-sama mewujudkan kebenaran dan kebermanfaatan, tidaklah perlu di ambil pusing. Namun yang ada, benturan kepentingan yang terjadi hanya karena kepentingan golongan atau kelompok semata.
Kita tahu, masa Pilpres 2014 adalah sebuah masa yang penuh dengan pencitraan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Media lokal sampai media asing hampir semua memoles citra Jokowi se-sempurna-nya. Seolah Jokowi manusia yang tidak punya kesalahan, walau sedikit. Sebagian besar rakyat pun terpedaya dengan aksi citra tersebut. Bahkan banyak gerakan relawan Jokowi muncul untuk selalu membela Jokowi dengan berbagai cara dan membabi buta. Jika ada orang yang kritik Jokowi, maka akan di bully habis-habisan dan di tuding sebagai tukang fitnah, Jonru korbannya. Aneh!
Singkatnya, Jokowi dan Jusuf Kalla pun di tetapkan jadi presiden dan wakil presiden RI 2014-2019.
Pelan-pelan pendukung Jokowi merasakan gelagat Jokowi yang tidak santun. Protes mulai bermunculan, lalu reda. Muncul lagi, reda lagi. Sampai pada momentumnya Jokowi naikkan harga BBM, Jokower seperti pasukan goyah, membela Jokowi tapi pada posisi dilema. Walau pada sebelumnya sudah kecewa dengan koaliasi tanpa syarat.
Kebijakan demi kebijakan Jokowi semakin aneh. Angkat menteri bermasalah, Watimpres mantan bos judi, dan yang masih menghebohkan hingga kini adalah calon kapolri Komjen Budi Gunawan (BG) yang punya rekening gendut dan tersangka korupsi KPK, publik tahu BG titipan Megawati. Bau busuk itu sudah mulai dirasakan.
Dugaan publik semakin benar adanya, ketika terjadi penyerangan balasan kepada KPK karena tetapkan BG tersangka korupsi. Plt Sekjen PDIP Hasto “menyerang” Abraham Samad (AS), politisi PDIP Sugianto Sabran “menyerang” Bambang Widjajanto (BG) ke Polisi. Upaya pelemahan KPK pun seperti sudah dimainkan dengan cara sistematis. Karena ada Hendropriyono ikut bermain.
Atas gesekan (baca: tabrakan) KPK dan Polri, Jokowi pun seolah “netral”, padahal publik bisa baca kemana arah mata angin keperpihakannya. Bau busuk semakin terasa.
BW yang ditangkap pagi hari (23/1) oleh Polisi dilepaskan dini hari (24/1) dan akan diperiksa sepekan kemdian. Namun perseteruan lembaga antirasuah dan koprs bhayangkara masih terus terjadi, karena Bareskrim dikabarkan akan menggeledah kantor KPK. AS pun meminta bantuan kepada Panglima Tinggi TNI, Moeldoko untuk menjaga kantor KPK dari “serangan” polisi.
AS seperti orang kebingungan dan sedikit lihai dalam bersandirwara, ada adegan AS teteskan air mata ketika konferensi pers soal BG ditangkap. Ya, KPK tidak pernah salah walau AS sudah ingkar janji kepada ratusan juta rakyat Indonesia. KPK melalui AS pernah janji akan periksa Megawati, tapi nihil. Nama Ibas pernah di sebut dipersidangan tapi tidak di telusuri KPK, begitu juga kasus Century yang terkesan setengah hati dimainkan.
Juga, KPK pernah penjarakan Luthfi Hasan Ishak (LHI) dengan bukti yang lemah dan terkesan ada konspirasi. Terbukti tidak ada kerugian negara Rp.0 pun terkait kasus LHI. Kini, eh PDIP akui KPK mainkan konspirasi juga karena KPK jadikan BG tersangka, padahal dulu ejek PKS.
“Dosa” KPK dulu – pun – di pilpres 2014 begitu terasa, karena cuma tersangka korupsi yang di Koalisi Merah Putih (KMP) saja dijadikan target. Padahal, kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sarangnya koruptor karena ada partai jawara korupsi disana, PDIP, tidak dijadikan target. Sekali lagi, KPK tidak pernah salah, begitu juga Jokowi.
Nah, dibalik pembelaan mati-matian kepada Jokowi dan KPK saat ini, tak bisa di sangkal bahwa hidung  rakyat sudah mencium bau busuk itu. Ya, “bau busuk” Jokowi sudah di cium bukan hanya dari “kubu opisisi” saja, namun juga pendukung Jokowi sendiri, banyak yang kesal dan menyesal pilih Jokowi lalu berbalik kritik Jokowi. Catatan pentingnya, Jonru kritik Jokowi dituding “fitnah”, sedang Jokowers kritik Jokowi di sebut “cerdas”. Ayo mikir.
Sementara itu, “bau busuk” KPK juga bukan hanya dicium oleh pro LHI saja (PKS), PDIP dan mitra koalisinya pun mencium. Dengan dalih mau selamatkan KPK, politisi PDIP serang komisioner KPK satu persatu. Anehnya, bau busuk bukan hilang, makin bertambah. Testimoni Hasto untuk serang AS dan laporan Sugianto Sabran terkait kasus BW malah jadi blunder ke Jokowi dan PDIP sendiri.
Diantara sengitnya konflik KPK dan Polri, dan ditengah “kesedihan” KPK atas kasus BW, ada “kubu politik” yang melakukan pesta pora di tengah malamnya. Ya, Megawati Soekarno Putri gelar pesta bersama mitra politiknya pada tanggal 23/1/2015, dihari ultah Mega yang ke 68 tahun.
Akhirnya, jika semua rakyat Indonesia mau jadi negarawan sejati, ambil-lah pelajaran berharga dari “bau busuk” yang sudah tercium kini. Semoga. 
sumber silontong.com

Facebook Comments

30 KOMENTAR

  1. 69093 569282Hi there, just became aware of your blog by means of Google, and found that its truly informative. Im gonna watch out for brussels. Ill be grateful if you continue this in future. Several people is going to be benefited from your writing. Cheers! 100591

  2. 759339 143181Right after study several with the weblog articles for your internet site now, and i also genuinely such as your strategy for blogging. I bookmarked it to my bookmark internet site list and are checking back soon. Pls take a appear at my internet page in addition and tell me what you believe. 531118

  3. 966941 481548When I originally commented I clicked the -Notify me when new surveys are added- checkbox and from now on whenever a comment is added I purchase four emails sticking with exactly the same comment. Perhaps there is by any indicates you may get rid of me from that service? Thanks! 579549

  4. 332946 427590I ran into this page accidentally, surprisingly, this really is a fantastic site. The internet site owner has done a great job writing/collecting articles to post, the info here is genuinely insightful. You just secured yourself a guarenteed reader. 413967

  5. 79912 743854Aw, this became an extremely nice post. In thought I would like to devote writing such as this moreover – taking time and actual effort to make a quite great article but exactly what do I say I procrastinate alot and by no indicates locate a strategy to get something completed. 555273

  6. 324669 272095You created some respectable points there. I looked on the internet for the concern and located most people will go along with with your internet site. 975374

  7. When I initially commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is added I get several e-mails with the same comment. Is there any way you can remove people from that service? Appreciate it!

  8. 95753 776135Very very best men and women messages are meant to charm allow honor toward groom and bride. Newbie speakers in front of excessive locations should generally our own gold colored dominate in presenting and public speaking, which is to be individual interests home. finest man speach 699590

  9. 467606 170424Following I initially commented I clicked the -Notify me when new feedback are added- checkbox and now each time a remark is added I get four emails with exactly the same comment. Is there any method you will be able to take away me from that service? Thanks! 324282

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here