Heriansyah: “Bentrok Terjadi Akibat Gubernur Tak Mau Menemui Kami,”

14
575

Ket.Foto: Heriansyah, (Aktivis PMII Mamuju, Yang Juga Jebolan Aktivis PUS)

Fokus7.com, Mamuju- Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Barat, Setelah melakukan orasi secara bergantian di depan kantor Gubernur Sulbar dan tak kunjung ditemui oleh Gubernur Sulbar sesuai dengan permintaanya, Massa aksi sempat bentrok dengan satuan polisi pamong praja, Jumat (27/10/2017).

Beruntung suasana bisa diredam setelah Herdin Ismail hadir Kini selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulbar mewakili Gubernur Ali Baal Masdar.

Massa aksi meminta kepada Herdin Ismail untuk mewakili Gubernur Sulbar membacakan tuntukan massa aksi.

Sebelum Herdin Ismail membacakan tuntutan massa aksi pihaknya juga mengatakan bahwa, Dirinya adalah bagian dari pemuda dan mahasiswa Sulbar, sebab. Sekarang ini dirinya menjabat selaku kepala dinas pemuda dan olahraga.

“Saya juga bagian dari kalian, saya kepala dinas pemuda dan olahraga sulbar,” Kata Herdin Ismail sebelum membacakan tuntutan pengunjuk rasa.

Setelah keinginan nya terpenuhi, Massa aksi kembali melanjutkan orasinya secara bergantian.

Heriansyah, dalam orasinya menegaskan, “Proses dorong mendorong hari ini adalah salah satu bukti bahwa pemerintah kita dalam hal ini “ABM” tidak mampu menemui massa aksi, karna seandainya jika dari awal ABM hadir disini maka yakin dan percaya bahwa tidak akan ada bentrok antara massa aksi dengan Satpol PP,” Kata Heriansyah.

“Bentrok terjadi akibat Gubernur tak mau menemui kami,” Tegas Heriansyah.

Edi, Salah satu aktivis FPPI Pimkot Mamuju mengatakan, Ketika bapak-bapak polisi mampu berbaris dihadapan kita, kenapa kita tidak bisa, kehadiran kita ini adalah bentuk kekecewaan kita terhadap pemerintah.

“Kantor ini adalah kantor kita bersama, kita akan tinggal disini jika ABM tidak mau menemui kita. Ketimpangan-ketimpangan yang terjadi hari ini masih banyak, jika kehadiran ABM di sulbar itu hanya membuat mala petaka maka kami akan melawan terus sampai semuanya selesai,” Tegas Edi dalam orasinya.

“Kami rela mati, daripada hidup merenung nasib dibawah kekuasaan yang ambruk dan tidak becus. Saya paham persis bahwa dihadapan kita bapak-bapak satpol pp itu setara dengan kehidupan kita, mereka juga ingin memperjuangakan hak rakyat tetapi mereka tidak mampu berbuat karna ditekan oleh kebijakan yang ada,” Ditambahkan Edi.

Fandi, Selaku korlap dalam menutup aksinya pihaknya menarik kesimpulan dengan mengatakan, “Kesimpulan daripada aksi hari ini bahwa, bapak Gubernur Sulbar tidak mampu dan mau menemui massa aksi, maka kami berharap kepada Gubernur Sulbar untuk tidak usah banyak berteori, intinya adalah laksanakan teori kami yang bersumber dari rakyat Sulbar itu sendiri,” Tutup Fandi, yang juga Aktivis FPPI Pimkot Mamuju.

Ini 18 point tuntutan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sulawesi Barat:

“Tegakkan supermasi hukum, Wujudkan kedaulatan pangan, Tuntaskan kasus konflik agraria, Tolak pengelolaan tambang oleh pihak asing, Hentikan pemberian izin kepada perusahaan coorperation asing, Renegosiasi ulang perusahaan trans nasional, Stop tindakan refresif terhadap mahsiswa dan pers, Tingkatkan pelayanan kesehatan, Tingkatkan tenaga pendidik, Stop komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan, Pertegas kinerja satgas saber pungli, Perjelas visa tenaga kerja asing di PLTU belang-belang, Percepat pembangunan Rs jiwa di sulbar, Utamakan penyelamatan pasien dari pada administrasi, Tolak perusahaan sawit di kambunong, Stop ilegal fising di sulbar, Stop alih fungsi lahan pertanian, dan Percepat pelaksaan reforma agraria di tanah malaqbi,” RED.

@Arwin99.

Facebook Comments

14 KOMENTAR

  1. 121467 723618 Youre so cool! I dont suppose Ive read anything like this before. So nice to locate somebody with some original thoughts on this subject. realy thank you for starting this up. this site is something that is necessary on the web, someone with a little originality. beneficial job for bringing something new to the internet! 389179

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here