Elektabilitas SDK VS Popularitas ABM

cagub sulbar
Fokus7.com – Calon Gubernur Sulawesi Barat Dr. Suhardi Duka MM (SDK) beberapa bulan lalu mengklaim dirinya memiliki survei tertinggi diantara seluruh kandidat untuk bertarung di pemilihan Gubernur Sulbar yang akan digelar pada Februari 2017.
“Survei elektabilitas saya paling tinggi diantara kandidat lain  sebab itu saya menyatakan diri maju di Pilgub Sulbar,” kata Suhardi Duka di Mamuju.
Disisi lain ABM juga mengklaim saat ini berada diposisi tertinggi dari hasil survei elektabilitas dibanding beberapa tokoh lainnya, khususnya di Kabupaten Polman, Majene dan Mamasa.
Dari hasil survey tersebut tentunya akan menjadi tanda tanya mengenai integritas sebuah lembaga survey karena terkesan ditunggangi, atau bisa saja penyampaian-penyampain seperti itu hanyalah kampanye yang berkedok survey untuk mematahkan semangat lawan…?

Al-Ghazali yang secara langsung juga pernah terlibat dalam Lembaga Survey mengatakan, “bahwa dari segi elektabilitas SDK mungkin memiliki survey yang tinggi, namun dari segi popularitas saya rasa ABM tidak diragukan lagi. Nah itu yang tidak dibahasakan secara terperinci oleh LS di Sulbar jika benar-benar telah melakukan survey karena di dalam survey itu ada beberapa indikatornya”.

Perlu dipahami apa itu ELEKTABILITAS & POPULARITAS ?

Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Elektabilitas sering dibicarakan menjelang pemilihan umum. Elektabilitas partai politik berarti tingkat keterpilihan partai politik di publik. Elektabilitas partai tinggi berarti partai tersebut memiliki daya pilih yang tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas maka objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga populer.
Sedangkan Popularitas adalah tingkat keterkenalan di mata public. Meskipun populer belum tentu layak dipilih. Sebaliknya meskipun punya elektabilitas sehingga layak dipilih tapi karena tidak diketahui public, maka rakyat tidak memilih. Untuk meningkatkan elektabilitas maka sangat tergantung pada teknik kampanye yang dipergunakan. Dalam masyarakat yang belum berkembang, kecocokan profesi tidak menjadi persoalan. Yang perlu diingat, tidak semua kampanye berhasil meningkatkan elektabilitas. Ada kampanye yang menyentuh, ada kampanye yang tidak menyentuh kepentingan rakyat.
Bagaimana bro… setelah membaca perihal Popularitas dan Elektabilitas ? Apakah penentu suatu pilihan dalam pemilu, pilkada atau pilpres itu sekedar berdasarkan popularitas, elektabiliatas, atau keduanya?

Mari kita ambil contoh pemilihan produk. Jika ada beberap pilihan produk yang sama, maka apa dasar kita untuk memilih produk yang terbaik? Di antara beberapa produk, kemudian hanya satu dua produk yang memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tinggi. Bila melihat popularitas, semua produk sepeda motor yang ada di Indonesia itu popular. Kata elektabilitas bisa dikaitkan dengan sosok yang akan dipilih atau nama partai peserta pemilu. Tidak pernah ada elektabilitas itu dikaitkan dengan produk sepeda motor, padahal pada prakteknya elektabilitas produk sepeda motor itu yang menentukan dipilih atau tidaknya oleh pembeli.

source : facebook

Facebook Comments


  1. Hello would you mind letting me know which hosting company
    you’re working with? I’ve loaded your blog in 3 completely different internet browsers
    and I must say this blog loads a lot quicker then most.
    Can you suggest a good internet hosting provider at a honest price?

    Thanks, I appreciate it!

  2. Hello there! This is my first comment here so I just wanted to give a quick shout out and say I truly enjoy reading your articles.
    Can you recommend any other blogs/websites/forums that
    deal with the same subjects? Many thanks!

  3. Hey there! Do you know if they make any plugins to help
    with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted
    keywords but I’m not seeing very good gains. If you know of any please share.

  4. My spouse and I stumbled over here coming from a different web address and thought I
    might check things out. I like what I see so now
    i’m following you. Look forward to checking out your web page for a second time.

  5. It’s a shame you don’t have a donate button! I’d definitely donate to this fantastic blog!

    I guess for now i’ll settle for book-marking and adding your RSS
    feed to my Google account. I look forward to brand
    new updates and will talk about this blog with my Facebook group.
    Talk soon!

  6. First off I want to say awesome blog! I had a quick
    question that I’d like to ask if you don’t mind. I was interested to know
    how you center yourself and clear your mind prior to writing.

    I have had a difficult time clearing my thoughts in getting my thoughts out.

    I do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15
    minutes are generally wasted simply just trying to figure out how to begin. Any ideas or tips?
    Thank you!

  7. Has anyone got any accurate success through HARO? It merely seems that a lot of of the reporters attached with the organization could be from the united states which have no much goals from other areas primarily in South Asia. Brian, can you really major me to any scenario studies? Thanks.

  8. When I initially commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each
    time a comment is added I get four e-mails with
    the same comment. Is there any way you can remove me from that service?

    Appreciate it!

  9. That is clearly a good idea to those not used to the blogosphere particularly. Brief but extremely accurate information Many thanks for sharing this one. Essential read post!

  10. After exploring a few of the articles on your web site,
    I truly appreciate your technique of blogging. I bookmarked it to my bookmark site list and will be checking back soon.
    Take a look at my website too and let me know how you feel.


Please enter your comment!
Please enter your name here