Demo Bentrok, “Ipmapus Sulbar Menganggap Oknum Polisi Seperti Preman”

17
1319

Ket.Foto: Massa aksi dari Ipmapus Cabang mamuju saat bentrok dengan aparat kepolisian dan di pukul mundur menggunakan water canon.

Fokus7.com, Mamuju- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (Ipmapaus Cabang Mamuju), Menggelar aksi unjuk rasa dipersimpangan ahmad kirang Mamuju, Sebagai bentuk memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28/10/2017).

Dalam aksinya, dibawa kordinator Indah (Korlap), Massa aksi membawa pamplet yang bertuliskan; Stop pembungkaman pemuda, Kembalikan hak kami pemuda, Pemerintah Habsi Irwan dari Pemuda, Masa depan bangsa ada ditangan pemuda, dan Stop kekerasan terhadap pemuda mahasiswa, Jumat (27/10/2017).

Screenshot_20171027-133001-01

Mengawali aksinya, Massa aksi mengangkat ban mobil kedalam tengah lingkaran untuk dibakar, pihak pengamanan (Kepolisian) sempat menegur sehingga menimbulkan cek-cok dengan massa aksi.

Indah, Dalam orasinya mengatakan, Dirinya akan membuat sejarah di Sulbar jika aksinya di bubarkan, karna pihaknya mengaku bahwa aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai, sebagai bentuk peringatan hari sumpah pemuda.

“Jangan hanya sumpah pemuda tetapi sumpah pemudi juga harus di komandankan di Negri ini. Jika hari ini ada yang mau membubarkan aksi kami maka kami akan membuat sejarah di sulbar,” Tegas Sosok perempuan itu.

Sembari melakukan orasi secara bergantian, massa melakukan pembakaran ban dan dihalangi oleh aparat kepolisian. Massa aksi sukses menyalakan api sehingga mengundang water canon Polres Mamuju untuk melakukan penyemprotan.

Massa aksi tidak menerima api nya di padamkan sehingga terjadi bentrok antara aparat keamanan dengan massa aksi sehingga menimbulkan beberapa massa aksi diketahui terkena pukulan dan basah kuyup

Screenshot_20171027-132716-01

Bentrok redah, Amirullah. Selaku ketua PB Ipmapus Sulbar yang juga dikabarkan terkena pukulan akibat bentrok tersebut mengatakan bahwa, Preman berseragam pengayom itu terlihat kembali di Mamuju.

“Preman berseragam polisi kembali melakukan kekerasan terhadap mahasiswa, Pemuda bukan nya pengayom tetapi juga jadi preman. Kau seperti saja penjajah yang berasal dari luar, tidak ada bedanya dengan penjajah belanda, Pukulan memar kemabli terlihat beberapa anggota kami,” Tegas Amirullah.

Lanjut Amir, Kami adalah anak Negri Sulbar yang berasal dari PUS, Palsafa nenek moyang kami adalah sipakasalle, Sipakainga’ dan sipakatau.

“Lembaga pengayom di Negeri ini kembali mencoreng lembaga Ipmapus Sulbar,” Tutup Amir.

“Ingin melihat vidio detik-detik terjadinya bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian silahkan ikuti halaman facebook fokus7.com, serta nantikan berita-berita seputar demo hari ini di Sulbar” RED.

@Arwin99.

Facebook Comments

17 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here