Ahli Pidana: Penetapan Tersangka Unsur Pimpinan DPRD Sulbar Tidak Sah

11
1060

Ket.Foto: DR. Chairul Huda., SH., MH. Selaku Saksi Ahli

Fokus7.com, Makassar-Mamuju- Sidang lanjutan Praperadilan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD Sulbar kembali bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (23/10/2017).

Adapun agenda persidangan ialah mendengarkan keterangan ahli yang dihadirkan Penasehat Hukum tersangka.

Chairul Huda, Ahli Pidana yang dihadirkan dalam persidangan, mengurai sejumlah fakta yang mengarah pada kesimpulan. Di mana proses penyidikan dan penetapan tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD Sulbar oleh tim penyidik Kejati Sulselbar tidaklah sah.

Penetapan tersangka oleh Kejati Sulselbar menurut Chairul dinyatakan tidak sah karena melakukan proses penetapan tanpa melalui proses penyidikan terlebih dahulu.

“Menurut pendapat saya, bukti atau bahan bukti ataupun keterangan yang diperoleh pada proses penyelidikan tidak boleh digunakan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, harus melalui proses penyidikan,” urai Ahli Pidana jebolan Universitas Indonesia ini.

Pendapat lain yang terungkap dalam sidang ialah belum adanya temuan kerugian negara yang dihitung oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atau menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan untuk melakukan audit.

“Suatu tindak pidana belum bisa dikatakan tindak pidana korupsi jika belum menemukan kerugian negaranya. Jadi bagaimana bisa ada yang dijadikan tersangka sementara kerugian negara belum diketahui,” tambahnya.

Sementara pada proses penetapan tersangka terhadap tiga orang yang merupakan unsur Pimpinan DPRD Sulbar yakni Andi Mapangara, Harun, dan Munandar Wijaya, pihak Kejati Sulselbar berdasarkan press rilis yang disampaikan pada 4 Oktober lalu telah mengeluarkan 4 Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) penetapan tersangka yang disusul oleh Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Namun kekeliruan terjadi saat diketahui bahwa Sprindik Penetapan tersangka dikeluarkan tanpa adanya proses menaikkan tahapan perkara dari penyelidikan ke penyidikan, serta SPDP yang tidak disampaikan kepada para tersangka.

Hal inilah yang menjadi acuan tiga dari empat tersangka untuk menggugat Kejati Sulselbar dalam sidang Praperadilan.

“Berita ini dikutip dari media online24jam.com yang ada di Makassar,” Redaksi.

@o24jam/Arwin99

Facebook Comments

11 KOMENTAR

  1. 444302 109953I discovered your blog web site on google and examine numerous of your early posts. Continue to sustain up the superb operate. I merely extra up your RSS feed to my MSN News Reader. In search of forward to reading more from you later on! 387152

  2. I have observed that in digital camera models, exceptional receptors help to maintain focus automatically. Those sensors of some cameras change in contrast, while others make use of a beam with infra-red (IR) light, specifically in low light. Higher specs cameras oftentimes use a combination of both programs and might have Face Priority AF where the digital camera can ‘See’ a face and focus only on that. Thanks for sharing your thinking on this blog.

  3. 509122 856379Im so happy to read this. This really is the type of manual that needs to be given and not the accidental misinformation thats at the other blogs. Appreciate your sharing this greatest doc. 562442

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here