10 Tahun Tak Kunjung Rampung, Bendungan Tommo Kembali Dianggarkan Tahun 2020

1
162
(Bendungan/Poto/net)

Fokus7.com,Mamuju-Bendungan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat kembali menuai sorotan. Pasalnya, sudah sekira 10 tahun pembangunannya, bendungan tersebut belum juga rampung.

Masyarakat setempat pun mengeluhkan asas manfaat dari proyek pemerintah pusat itu.

“Sudah lama bendungan ini dibangun, belum jadi-jadi. Ini ada apa?” Tanya salah satu warga Tommo yang namanya tidak ingin dipublis

Ia menduga ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Anehnya lagi, bendungan Tommo kembali dianggarkan di tahun 2020.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Wilayah Sungai Sulawesi III, Agus yang ditemui di kantornya mengatakan, alokasi anggaran untuk 2020 lebih Rp 10 miliar.

Agus menjelaskan, lambannya realisasi bendungan karena dipengaruhi tekstur tanah lokasi.

“Jadi itu tanahnya selalu menurun, jaringan airnya jadi goyang. Ini yang selalu kita benahi,” kilahnya.

Agus mengklaim tahun ini pembangunan bendungan Tommo sudah 80 persen.

Ia juga memastikan, proyek tersebut akan rampung tahun 2020 mendatang.

Sekadar diketahui, proyek bendungan Tommo saat ini dikerjakan oleh PT. Arya Perkasa Utama.

Bahkan, mantan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh juga pernah menyorot pembangunan bendungan Tommo tersebut.

Dikutip dari antaranews.com , Anwar Adnan Saleh mengaku telah melaporkan kasus Bendungan Tommo, Kabupaten Mamuju yang hingga kini belum menuai titik terang.

“Kasus Bendungan Tommo telah saya laporkan ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta. Sayangnya, persoalan ini tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, termasuk aparat penegak hukum jika terjadi dugaan penyimpangan,” kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju saat itu.

Menurut dia, proyek pembangunan Bendungan Tommo ini diperjuangkan susah payah dengan harapan bisa menjawab persoalan yang dihadapi petani.

Namun, perjuangan mendapat anggaran bernilai miliaran itu sejak tahun 2009 lalu, kini terkesan hanya sia-sia karena belum dapat dimanfaatkan sebagaimana yang dikehendaki oleh petani yang ada di Mamuju.

“Sejak 2009 Bendungan Tommo dikerjakan untuk dijadikan sumber pengairan sawah petani di Mamuju. Namun sangat disesalkan sampai kini pekerjaan bendungan itu belum juga rampung. Malah kondisi irigasi Tommo ini ditumbuhi rumput dan telah banyak mengalami kerusakan. Itu `kan memprihatinkan karena telah banyak menguras dana rakyat dengan nilai miliaran rupiah.”jelasnya (Sir)

Facebook Comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here